| Buku Gerak Demokrasi Lokal, Pergumulan Dari Pangkep, Sulawesi Selatan |
Setelah menuntaskan Sekolah Demokrasi 4 tahun di kabupaten Jeneponto. Lembaga Advokasi dan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel dan Komunitas Demokrasi Indonesia (KID) Jakarta membuka Sekolah Demokrasi di kabupaten Pangkep. Kabupaten yang terletak di sebelah utara kota Makassar ini dipilih karena potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup besar namun kabupaten ini masuk dalam jajaran kabupaten dengan tingkat IPM terendah di Sulawesi Selatan.
Melihat ini, petanda ada soal dalam tatanan demokrasi di kabupaten Pangkep. Indikasi lain menunjukkan, selama setahun hanya 15 kali wakil rakyat (DPRD) menerima aspirasi dari rakyatnya dan hanya ada 10 izin untuk menuangkan aspirasi dari kepolisian. Sekolah Demokrasi mencoba memetakan permasalahan-permasalahn yang ada di kabupaten Pangkep dengan berbagai rangkaian kegiatan selama tiga tahun dari 2010-2012.
Hasil pemataan itu dituliskan dan disajikan dalam sebuah majalah yang diberi nama MANDAT terbit sebanyak 13 edisi dalam tiga tahun. Rekaman konteks sosial-ekonomi-politik yang menyertai dinamika pelaksanaan Sekolah Demokrasi di Pangkep kemudian diramu dan diolah kembali menjadi sebuah buku yang berjudul "Gerak Demokrasi Lokal, Pergumulan dari Pangkep Sulawesi Selatan'.
Buku ini terdiri dari lima bagian. Pada bagian awal, buku ini mengulas sejarah singkat kabupaten Pangkep. Selanjutnaya pada bagian kedua, buku ini bercerita layanan pemerintah lokal dan politik lokal khususnya pada pelayanan di sektor pendidikan dan kesehatan. Bagian ketiga pembaca digiring melihat potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan dikaitkan dengan situasi demokrasi di daerah ini.
Bagian keempat buku ini memcoba merefleksikan denyut ekonomi rakyat yang berputar di kabupaten Pangkep. Potrek warga bersiasat untuk berkelanjutan ekonominya dapat ditemui dibuku ini. Dan bagian terakhir buku ini, mengangkat sejumlah perspektif, gagasan-gagasan sagar dan juga keluhan yang mengelitik generasi muda di kabupaten Pangkep. ini sekaligus mengingatkan kita pada ungkapan Ernest Gellner bahwa " demokrasi merupakan pandangan yang akan membuat warga/masyarakat menjadi baik jika masyarakat itu mengungkapkan, merefleksikan, atau melaksanakan kehendak para anggotanya...." (Ernest Gellner, 1994).
Buku ini tentu tidak punya daya untuk mengubah tatanan demokrasi yang sedang berjalan di kabupaten Pangkep secara keseluruhan. Namun, buku ini hendak memberikan gambaran ide demokrasi yang bersifat demokrasi kontekstual-lokalitas. Dimana nilai-nilai demokrasi digali, dipahami, dihayati dan diangkat dari nilai-nilai lokalitas. Bersumber dari kearifan-kearifan lokal yang ada di masyarakat.
Posting Komentar