Januari, bulan pertama
kalender Masehi. Selalu di awali dengan pesta kembang api tepat titik 0 memasuki bulan ini. Apa beda dengan
bulan-bulan yang lain ? Januari hanya penanda perpindahan tahun lama ke tahun
baru. Sama dengan bulan-bulan yang lain, hanya penanda pergeseran dari waktu ke
waktu. Sama saja.
Januari penuh kisah.
Beberapa musisi berkarya dengan mengisahkan Januari. Ada yang berkisah bahagia
di Januari. Sebagaimana Iwan Fals yang berjanji saat berteman iblis yang baik
hati pada 22 Januari. Atau Arman Maulana
dalam GIGI band bertemu kisah cintanya pada 11 Januari.
Januari penuh kisah.
Tak hanya kisah bahagia, kisah sedih dan kegaluanpun dekat dengan Januari. Perhatikan
curhatan Andi Matalatta “Januari, januari
yang biru / asmaramu, asmaraku membisu / entah kapan, entah kapan hadir di hati
/ saat-saat yang indah di diriku.” . Sangat jelas penyanyi yang dijuluki Mutiara dari Selatan ini lewat lagunya “Januari
yang Biru” ada kisah di Januari. Tidak ketinggalan penyanyi solo, Glenn Fredly
mengisahkan Januari lewat karyanya “Kasihku
sampai di sini kisah kita / jangan tangisi keadaanya / bukan karena kita
berbeda / dengarkan, dengarkan lagu, lagu ini / melodi rintihan hati ini /
kisah kita berakhir di Januari.”.
Januari penuh kisah.
Apa daya tarik Januari dengan bulan-bulan lainnya ? Bukankah semua bulan terdapat
kisah-kisah di dalamnya. Selain awal tahun, apa istemawanya Januari sehingga
banyak dikisahkan dalam sebuah karya. Mungkin lebih baik kita meniru Radja Band
yang berlaku adil pada semua bulan (hehehe…) “Januari aku berkenalan denganmu / Februari aku mendapatkan cintamu / Maret,
April, Mei, Juni kita semakin menyatu / Juli, Agustus, September kita memcoba
untuk saling setia / Namun Oktober, November kita saling bertengkar / Akhir
Desember kita berpisah”.
Januari 2015 telah
berlalu, saat ini kita di awal Februari 2015. Adakah kisah kita di Januari atau
sudah terwakilkan dengan karya-karya musisi kita di atas. Semoga kita tidak
bernasib sama Glenn Fredly “Kisah kita
berakhir di Januari” atau warisan kegalauan Almarhuma Andi Matalatta “Januari yang biru” . Semoga Januari
kita penuh keindahan dan kabahagian seperti Arman Maulana yang cintanya tersentuh dengan lembut dan
sejuta warna pada 11 Januari.
Selamat berlalu Januari,
selamat datang Februari. Tak ada pembeda
keduanya. Sama saja penanda perputaran waktu. Hanya kisah di dalamnya
yang membedakan. Januari hanya perwakilan bulan-bulan atau penanda waktu dalam
sebuah karya. Mari berkisah, mari berkarya, karena setiap waktu punya kisah dan
setiap bulan terdapat banyak kisah untuk sebuah karya.
Makassar, 1 Februari
2015
(Cermin / Cerita
Minggu)

Posting Komentar