Januari Dalam Karya

Minggu, 01 Februari 20150 komentar



Januari, bulan pertama kalender Masehi. Selalu di awali dengan pesta kembang api tepat titik  0 memasuki bulan ini. Apa beda dengan bulan-bulan yang lain ? Januari hanya penanda perpindahan tahun lama ke tahun baru. Sama dengan bulan-bulan yang lain, hanya penanda pergeseran dari waktu ke waktu. Sama saja. 

Januari penuh kisah. Beberapa musisi berkarya dengan mengisahkan Januari. Ada yang berkisah bahagia di Januari. Sebagaimana Iwan Fals yang berjanji saat berteman iblis yang baik hati  pada 22 Januari. Atau Arman Maulana dalam GIGI band bertemu kisah cintanya  pada 11 Januari. 

Januari penuh kisah. Tak hanya kisah bahagia, kisah sedih dan kegaluanpun dekat dengan Januari. Perhatikan curhatan Andi Matalatta “Januari, januari yang biru / asmaramu, asmaraku membisu / entah kapan, entah kapan hadir di hati / saat-saat yang indah di diriku.” . Sangat jelas penyanyi yang dijuluki Mutiara dari Selatan ini lewat lagunya “Januari yang Biru” ada kisah di Januari. Tidak ketinggalan penyanyi solo, Glenn Fredly mengisahkan Januari lewat karyanya “Kasihku sampai di sini kisah kita / jangan tangisi keadaanya / bukan karena kita berbeda / dengarkan, dengarkan lagu, lagu ini / melodi rintihan hati ini / kisah kita berakhir di Januari.”

Januari penuh kisah. Apa daya tarik Januari dengan bulan-bulan lainnya ? Bukankah semua bulan terdapat kisah-kisah di dalamnya. Selain awal tahun, apa istemawanya Januari sehingga banyak dikisahkan dalam sebuah karya. Mungkin lebih baik kita meniru Radja Band yang berlaku adil pada semua bulan (hehehe…) “Januari aku berkenalan denganmu /  Februari aku mendapatkan cintamu / Maret, April, Mei, Juni kita semakin menyatu / Juli, Agustus, September kita memcoba untuk saling setia / Namun Oktober, November kita saling bertengkar / Akhir Desember kita berpisah”.
 
Januari 2015 telah berlalu, saat ini kita di awal Februari 2015. Adakah kisah kita di Januari atau sudah terwakilkan dengan karya-karya musisi kita di atas. Semoga kita tidak bernasib sama Glenn Fredly “Kisah kita berakhir di Januari” atau warisan kegalauan Almarhuma Andi Matalatta “Januari yang biru” . Semoga Januari kita penuh keindahan dan kabahagian seperti Arman Maulana  yang cintanya tersentuh dengan lembut dan sejuta warna pada 11 Januari. 

Selamat berlalu Januari, selamat datang Februari. Tak ada pembeda  keduanya. Sama saja penanda perputaran waktu. Hanya kisah di dalamnya yang membedakan. Januari hanya perwakilan bulan-bulan atau penanda waktu dalam sebuah karya. Mari berkisah, mari berkarya, karena setiap waktu punya kisah dan setiap bulan terdapat banyak kisah untuk sebuah karya. 


Makassar, 1 Februari 2015
(Cermin / Cerita Minggu)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ruang Waktu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger