Waktu

Minggu, 04 Januari 20150 komentar



IA membenci waktu. Setiap bunyi detak detik terngiang di telinganya  IA lari bersembunyi menutup telinganya. Wajahnya pucat, bibirnya putih, badannya gemetar, keringat dingin keluar dari setiap pori-pori kulitnya. Detak detik membuatnya pesakitan yang tak berdaya melawannya. Detak detik bagai lonceng kematian baginya. Memanggilnya menuju puncak kehidupan. 

Kadang IA berfikir untuk menghantikan waktu. Tapi, bagaimana caranya. Tak ada yang dapat menghentikan waktu. Tak ada yang mampu. Waktu adalah kehidupan. Menghentikannya itu artinya kematian. Terus apa yang ia harus lakukan. 

IA masih bersembunyi di sudut kamar. Pasrah dan berdoa. berharap agar waktu itu berhenti dengan sendirinya. Gendang telinganya sudah sangat sakit mendengar detak detik yang berpindah tiada hentinya. IA mau berteriak sekeras-kerasnya agar sakit itu pergi meninggalkannya. Agar waktu itu berhenti mengeluarkan suara yang membuat telinganya sakit. Tapi, siapa yang mampu melawan kuasa waktu. 

IA tak dapat menghidar dari kuasa waktu. Mau lari kemana waktu akan terus berputar mengikuti langkahnya. Semakin cepat langkahnya semakin cepat pula waktu berputar. Waktu adalah kecepatan yang tak tertandingi. 

IA coba mengelabui waktu dengan berhenti bergerak dan menahan nafas. Percuma, waktu penunggu yang setia. Tak ada yang sesabar waktu dalam hal menunggu. Tak ada yang bisa melawan waktu. Terus bagaimana IA dapat melewati kuasa waktu. IA tak berdaya melawan kuasa waktu.
Waktu tak bisa IA hentikan. Apalagi berfikir melawan waktu. IA harus berteman dengan waktu, bersahabat dengan waktu. Bercengkrama dengan waktu hingga IA lupa waktu. Hingga ia lupa sakit yang diderita karena waktu. Iya, itu ide yang bagus. 

Mulai saat itu, IA bangkit menahan sakit dan mulai bersahabat dengan waktu. Detak detik bak lonceng kematian itu IA hadapi. Detik adalah adalah tarikan nafasnya, menit adalah geraknya, jam adalah ruangnya,  hari adalah lakunya, minggu adalah ceritanya, bulan adalah kumpulan ceritanya, tahun adalah buku kehidupannya. Karena IA adalah Waktu yang berkisah.

                                                                                                                                                 
 Toddopuli, 4 Januari 2015
  (Cermin/Cerita Minggu)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ruang Waktu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger