Saya Mahasiswa Makassar, Saya TIDAK Tawuran.

Senin, 25 November 20130 komentar



Karena nila setitik, rusak susu sebelanga
Pepatah ini sangat tepat melihat keadaan kampus-kampus di Makassar saat ini. Ulah segelintir mahasiswa yang tawuran berdampak pada citra kampus dan berefek pada semua mahasiswa, termaksud alumni kampus tersebut. 

“Lagi-lagi suara dentangan tiang listrik dan teriakan lantang terdengar dari kampusku tercinta. seketika mahasiswa berhamburan bak ninja siap mempertahankan wilayah kekuasaan. makna kampus sebagai tempat orang-orang intelek dan pencetak tenaga pendidik dalam sekejap hilang tersapu ego dari segelintir oknum yang mengatasnamakan solidaritas. sinar almamatermu yg dulu terang kini mulai meredup, usang oleh karna aksi-aksi yg tidak bertanggung jawab. apa yang salah dengan dirimu ????? semoga kedamaian menghampirimu,jayalah selalu kampus rajawali”. Keluh seorang kawan yang sedang melanjutkan pendidikannya di Yogyakarta. 

Bukan tanpa alasan kawan ini menuliskan keluhnya di dinding FB. Baru saja dia dapat kabar telah terjadi tawuran di kampusnya dulu. Kampus dimana dia dinobatkan sebagai calon guru. Parahnya, tawuran itu pecah tepat di hari guru nasional. Dapat dibayangkan, bagaimana kawan ini menjawab pertanyaan teman-temannya yang menanyakan kebenaran kabar ini. Haruskah dia mengelak bahwa itu hanya segelintir mahasiswa. Bagaimana dia pertahankan citra kampusnya ditengah gempuran pemberitaan yang negative. Jawabnya dapat kita temukan lewat statusnya. 

Satu lagi kawan yang mencari nafkah di pulau Kalimantan yang juga alumni Makassar. Dia berkomentar “Gara-gara  sering ada tawuran di kampus Makassar. Disini (Sangatta, Kaltim) orang bugis dan makassar terkenal sebagai orang yang kasar-kasar dan suka berkelahi. Bahkan ada orang yang  cerita kalau  dia tidak  diterima kerja di perusahaan karena dia alumni mahasiswa Makassar”.
 
Sangat miris membaca komentar kawan ini. Sesama alumni mahasiswa Makassar, tentu kami tidak dapat berbuat banyak, kecuali hanya dapat berkata tidak semua mahasiswa Makassar terlibat tawuran, itu hanya segelintir mahasiswa. 

Tapi kami tidak pernah menyesal jadi mahasiswa Makassar, meski mendapat image jelek. Mahasiswa Makassar juga banyak berprestasi diluar sana. Sudah saatnya mahasiswa bersuara ditengah pemberitaan yang kurang mengenakkan. Mahasiswa yang tawuran itu hanya segelintir orang, jauh lebih banyak mahasiswa yang berprestasi yang lahir di Makassar.

Mari kita suarakan  “Saya Mahasiswa Makassar, Saya TIDAK Tawuran”. 

Makassar, 25 November 2013
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ruang Waktu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger