BERPIHAK

Rabu, 25 Juni 20140 komentar




Teman berkomentar saat menyaksikan salah satu stasiun TV . Siaran TVnya berpihak salah satu calon presiden, mentang-mentang pemilik TVnya mendukung capres tersebut. Teman yang lain menimpali  wajarlah, stasiun TV itu media dan media itu alat, alat tentunya bekerja sesuai kehendak pemilik alat tersebut. Tapi, stasiun TV itukan media publik, beritanya harus berimbang karena diperuntukan untuk publik. Teman kembali membalas seakan tidak mauterima.

Perbincangan semacam ini mungkin sering kita jumpai. Apa lagi saat ini, jelang pemilihan calon presiden. Media massa memiliki peran penting untuk memberikan informasi kepada publik. Tentu, kompetitor tidak mau ketinggalan memanfaatkan fungsi media sebagai alat atau sarana menyabar informasi.

Kosentrasi media saat ini pada pencalonan presiden. Tentu, informasi yang disajikan seputar pencalonan presiden tersebut. Terlepas informasi yang diberikan berimbang atau tidak. Media selalu memberikan informasi yang paling dicari oleh publik. Sesuai fungsi media menyebarkan informasi seluas-luasnya.

Apakah media berpihak ? Tidak bisakah media berpihak ? Sepengetahuan saya, selama yang diberitakan itu fakta bukan kebohongan dan menjadi trend topik. Media tidak bisa disalahkan dalam memberitakan dan menyebar informasi tertentu. Berpihak atau tidak berpihak itu adalah penilaian. Silahkan menilai apakah media tersebut berpihak atau tidak berpihak.Tontonannya layak atau tidak layak.

Dalam diskusi dengan Prof. Dr. Mochtar Mas’ud. Dia mengatakan sebagian masyarakat salah mengartikan netralitas, netralitas diartikan mengambil jarak, netralitas diartikan diam, tidak berbuat apa-apa. Masyarkat berhak tidak netral tapi harus imparsial dan tetap menjaga akal sehat.

Pekan ini saya memanfaatkan media sosial untuk menyatakan keberpihakan saya. Ragam komentar saya terima, ada yang mendukung dan ada yang sebaliknya tidak sepakat. Bahkan ada yang menyerang dengan berbagai komentar yang tidak mengenakan. Apakah saya tidak bisa berpihak ? Apakah saya tidak bisa menyatakan keberpihakan saya di ruang publik ?. Setahu saya itu hal wajar. Dan keberpihakan saya mewakili diri pribadi saya.

Beda halnya kalangan profesi yang tergabung dalam sebuah forum menyatakan keberpihakannya atas nama forum tersebut. Atau seorang kepala daerah yang menyatakan keberpihakannya dengan mengatasnamankan jabatannya. Secara etis tidak wajar, karena itu bagian dari pengklaiman keberpihakan.

Hidup adalah pilihan. Pilihan adalah keberpihakan. Keberpihakan adalah hak setiap individu. Keberpihakan harus didasari akal sehat.Selamat menentukan pilhan. Selamat menentukan keberpihakan. 

NB ; Tulisan ini sudah dimuat di Koran Harian Tribun Timur pada 23 Juni 2014 
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ruang Waktu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger