Teman berkomentar saat menyaksikan salah satu stasiun
TV . Siaran TVnya berpihak salah satu calon presiden,
mentang-mentang pemilik TVnya mendukung capres tersebut. Teman yang
lain menimpali wajarlah, stasiun TV itu media dan media itu alat,
alat tentunya bekerja sesuai kehendak pemilik alat tersebut. Tapi, stasiun TV itukan
media publik, beritanya harus berimbang karena diperuntukan untuk publik. Teman kembali membalas seakan tidak mauterima.
Perbincangan semacam ini mungkin sering kita jumpai. Apa lagi saat ini,
jelang pemilihan calon presiden. Media
massa memiliki peran penting untuk memberikan informasi kepada publik. Tentu,
kompetitor tidak mau ketinggalan memanfaatkan fungsi media
sebagai alat atau sarana menyabar informasi.
Kosentrasi media saat ini pada pencalonan presiden. Tentu,
informasi yang disajikan seputar pencalonan presiden tersebut. Terlepas informasi
yang diberikan berimbang atau tidak. Media selalu memberikan informasi yang paling
dicari oleh publik. Sesuai fungsi media menyebarkan informasi seluas-luasnya.
Apakah media berpihak ? Tidak bisakah
media berpihak ? Sepengetahuan saya, selama yang
diberitakan itu fakta bukan kebohongan dan menjadi trend topik. Media
tidak bisa disalahkan dalam memberitakan dan menyebar informasi tertentu. Berpihak atau tidak berpihak itu adalah penilaian. Silahkan menilai apakah
media tersebut berpihak atau tidak berpihak.Tontonannya layak atau tidak layak.
Dalam diskusi dengan Prof. Dr.
Mochtar Mas’ud. Dia mengatakan sebagian masyarakat salah mengartikan netralitas,
netralitas diartikan mengambil jarak, netralitas diartikan diam,
tidak berbuat apa-apa. Masyarkat berhak tidak netral tapi harus imparsial dan tetap menjaga akal sehat.
Pekan ini saya memanfaatkan media
sosial untuk menyatakan keberpihakan saya. Ragam komentar saya terima, ada yang mendukung dan ada
yang sebaliknya tidak sepakat. Bahkan ada yang menyerang dengan berbagai komentar yang
tidak mengenakan. Apakah saya tidak bisa berpihak
? Apakah saya tidak bisa menyatakan keberpihakan saya di ruang publik
?. Setahu saya itu hal wajar. Dan keberpihakan saya mewakili diri pribadi saya.
Beda halnya kalangan profesi yang tergabung dalam sebuah
forum menyatakan keberpihakannya atas nama forum tersebut. Atau seorang kepala daerah
yang menyatakan keberpihakannya dengan mengatasnamankan jabatannya. Secara etis tidak wajar,
karena itu bagian dari pengklaiman keberpihakan.
Hidup adalah pilihan. Pilihan adalah keberpihakan. Keberpihakan adalah hak setiap individu. Keberpihakan harus didasari akal sehat.Selamat menentukan pilhan. Selamat menentukan keberpihakan.
NB ; Tulisan ini sudah dimuat di Koran Harian Tribun Timur pada 23 Juni 2014

Posting Komentar