MOBIL

Senin, 02 Desember 20130 komentar



Mobil sudah menjadi kebutuhan sebagian orang. Sebagian lagi, mobil sebagai barang mewah, lambang kesuksesan. Setiap orang pasti ingin punya mobil, bermimpi punya mobil adalah hal yang wajar. Kerata besi ini akan membuat ruang gerak tidak terbatas.Tentu, terkacuali jika sedang macet 
Hujan dan terik matahari bukan lagi penghalang untuk melaju di jalan raya. Besarnya keinginan akan mobil, membuat produksi mobil semakin menggila, pemenuhan keinginan akan mobil disediakan. Mobil murah hingga mobil super mahal semua tersedia, silahkan pilih sesuai dengan kemampuan financial Anda. 
 
Jangan heran, jika pameran-pameran mobil tidak pernah sepi pengunjung. Dari kolektor mobil hingga pengunjung yang hanya datang menelan ludah. Mobil sejatinya sebagai alat tranportasi, memudahkan ruang gerak dalam beraktifitas. Kini, mulai menjadi biang masalah, banyaknya produksi mobil membuat kota-kota besar lumpuh. Justru, mobil menjadi biang kemacetan dan menghambat ruang gerak dalam beraktifitas. 

Mobil jadi soal, mobil yang tadinya solusi memudahkan aktifitas, justru  jadi masalah baru di perkotaan. Sedangkan, keinginan memiliki mobil masih jadi mimpi sebagian orang. Mobil tetap menjadi lambang kesuksesan, mobil tetap sebagai simbol kemakmuran. Di tengah banyak masalah yang ditimbulkannya. 

Ada kebanggaan atau kepuasan tersendiri memiliki mobil mewah. Mungkin ini yang dirasakan para kolektor mobil mewah. Sebut saja bintang sepak bola ternama Cristiano Ronaldo, merek-merek mobil Koenigsegg CCX, Rolls Royce Phantom Drophead Coupe, Maserati GranCabiro, Audi Q7, Bugati Veyron, Ferrari 599 GTB Fiorano, Bentley Continental GTC, Aston Martin DB9 dan Lamborghini Aventador sebagian koleksi mobil mewah bintang Real Madrid ini. Dengan pendapatan Rp 505,7 miliar per tahun atau Rp 1,5 milyar per hari,  wajar Cristiano Ronaldo dapat mengoleksi 19 mobil mewah. 

Terus bagaimana dengan 30 mobil mewah koleksi Akil Mochtar. Dengan gaji sebagai ketua MK berkisar Rp. 40 juta per bulan. Tentu ini di luar kewajaran. 

Mobil mewah dengan koruptor memang tidak bisa dipisahkan. Lihat saja beberapa kasus-kasus koruptor selalu terkait dengan mobil mewah yang dimilikinya. Mengendarai mobil mewah Lamborgini Aventador dengan harga Rp. 10,5 milyar atau mobil mewah Farrari 458 dengan harga Rp 6 milyar mungkin menjadi keinginan semua orang. Tapi tidak semua keinginan dapat kita wujudkan. Memaksakan keinginan berujung pada menghalalkan segala cara. Korupsi jalan cepat mewujudkannya selagi ada kesempatan. Mungkin ini pikiran sebagian koruptor. 

Lagi-lagi mobil jadi biang masalah, masih bermimpikah kita punya mobil mewah. Silahkan, selama mewujudkan mimpi itu berada di jalan yang benar. 

Bagaimanapun mobil sudah menjadi lambang kesuksesan dan simbol kemakmuran.

Dimut di Koran Harian Tribun Timur, 3 Desember 2013.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ruang Waktu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger