Desember apa kabar, kita bertemu lagi, dalam ruang dan waktu yang berbeda. Bagaimana keadaanmu ? Baik-baik saja kan. Saya baik-baik juga, masih ingatkah kamu cerita-cerita kita yang lalu. Ah,,,, tidak ada salahnya kita bernostalgia dengan cerita-cerita yang telah lewat. Tunggu, saya buatkan segelas kopi hitam kesukaanmu. Iya, saya masih ingat kesukaanmu, kopi hitam kental dengan sedikit gula.
Mungkin cerita-cerita kita nanti akan terdengar basi atau boleh dibilang sampah. Ah,,,siapa peduli, ini cerita kita berdua. Antara saya dengan kamu ditemani segelas kopi. Iya, satu tahun ini banyak peristiwa-peristiwa yang menarik untuk kita bisa bahas. Tapi, sudahlah kita lewatkan saja dulu. Saya ingin bernostalgia denganmu.
Masih ingatkah kamu pernah menitipkan satu nama pada saya , katamu jaga nama ini. Nama ini akan menjadi teman dikala kamu sepi, obat dikala kamu sakit, hujan dikala musim kemarau, senyum dikala kamu sedih. Nama itu saya terima dan kamu berlalu.
Desember, kamu benar. apa yang kamu gambarkan tentang nama itu. Nama itu jadi teman yang baik, jadi haruf-huruf disetiap kata yang kucipta. Jadi, paragraf disetiap kalimat-kalimat yang kubuat.
Namun, kamu hadir lagi, meminta nama itu dikembalikan. Katamu kamu rindu. Sebagai teman yang baik saya kembalikan. Saya tidak punya kuasa melarangmu mengambilnya karena kamu yang menitipkannya. Meski, saya masih ingin lebih lama dengannya.
Tapi, sudahlah. Kita lupakan nama itu. Kini, kita bertemu lagi. Terus, adakah yang ingin kau bagikan. Paling tidak kita dapat bercerita banyak hal. Tentang apa yang kamu alami selama 11 bulan ini, supaya saya juga dapat bercerita tentang apa yang saya alami 11 bulan ini. Atau dapatkah kamu menerawan apa yang akan terjadi 11 bulan yang akan datang.
Apa ? Jodoh !!! Ah,,,,biarlah itu tetap jadi misteri. Bukankah yang miterius itu selalu menarik untuk dicari. Jadi, tidak perlu terlalu diperbincangkan. Selama kita yakin itu sudah diatur, dia akan datang pada waktu dan moment yang tepat.
Oh, iya kamu pernah bercerita tentang sukses. Apa tahun ini sukses akan menghampiri saya. Apa ? sukses itu butuh proses yang panjang katamu.
Iya, saya tahu itu. Tapi, tahun ini apa akan datang. Apa ? kopimu habis, Tapi, sebelum pergi jawab dulu pertanyaanku. Iya, saya tahu kopimu habis. Tapi, jawab dulu pertanyaanku atau saya buatkan segelas kopi lagi biar cerita kita akan berlanjut.
Apa ? kamu mau pamit. Baiklah, saya tidak bisa memaksamu untuk bercerita lebih lama. Lagian kopi saya juga sudah habis. Sampai ketemu lagi, saya akan sediakan kopi kesukaanmu biar kamu mau mampir setiap saat. Oh,,, iya saya paham sukses itu butuh proses dan perlu banyak belajar. Terima kasih Desember...
Makassar, 1 Desember 2013

Posting Komentar