Mungkin
Bapak dan Ibuku tidak pernah memperkenalkan aku akan adanya hari valentine atau
tidak pernah memberikan coklat, bunga mawar, dan kado spesial untuk aku sebagai
wujud dari kasih sayang. Kerana Bapak dan Ibuku juga tidak pernah merayakan
hari valentine. Tapi, kasih dan sayangnya masih tetap bersemayam dalam diriku mengisi hari-hari yang penuh
dengan masalah.
Masih
jelas terakam dalam ingatanku, diamana ibuku menyiapkan sarapan pagi dengan
segelas teh dan sepiring kue bolu buatannya atau bapakku yang setiap hari
minggu mengajakku ke tukang cukur langganannya untuk memotong rambut yang terkadang
aku menangis karena tak mau rambutku dipotong. Saat itu usiaku masih belia
untuk memahami arti sebuah kasing sayang.
Kini,
aku sadar betapa kasih dan sayang dari bapak dan ibu begitu penting untuk
manjalani hidup ini, mengartikan problematika kehidupan dimana saling
menghargai sesama ummat manusia sudah mulai hilang, kekerasan sudah menjadi
penyelesaian masalah, konflik terjadi dimana-mana, dan nyawa manusia sudah tak
berarti lagi.
Bapak
dan Ibuku,,,
Aku
rindu dekapanmu
Aku
rindu pelukanmu
Aku
rindu hadirmu
Walau
hanya dalam mimpi
Bapak
dan ibu, aku paham waktumu di dunia ini begitu singkat untuk menyirami kasih
sayang kepada putra bungsumu ini. Tapi, yakinlah putra bungsumu ini akan
merawat dan menjaga kasih dan sayangmu sehingga disetiap langkahnya akan
menyerukan kedamaian.
Bapak
dan ibu, terimalah pesan singkat dari putra bungsumu ini lewat merpati putih
yang terbang menyerukan kedamaian di dunia.
Makassar,
14 februari 2011
Juara II Lomba Curhat Hari Valentine Tribun Timur - Telkom Speedy

Posting Komentar