Pesan Damai di Valentine’s day

Rabu, 13 Maret 20130 komentar



Mungkin Bapak dan Ibuku tidak pernah memperkenalkan aku akan adanya hari valentine atau tidak pernah memberikan coklat, bunga mawar, dan kado spesial untuk aku sebagai wujud dari kasih sayang. Kerana Bapak dan Ibuku juga tidak pernah merayakan hari valentine. Tapi, kasih dan sayangnya masih tetap bersemayam  dalam diriku mengisi hari-hari yang penuh dengan masalah.   


Masih jelas terakam dalam ingatanku, diamana ibuku menyiapkan sarapan pagi dengan segelas teh dan sepiring kue bolu buatannya atau bapakku yang setiap hari minggu mengajakku ke tukang cukur langganannya untuk memotong rambut yang terkadang aku menangis karena tak mau rambutku dipotong. Saat itu usiaku masih belia untuk memahami arti sebuah kasing sayang.
  
Kini, aku sadar betapa kasih dan sayang dari bapak dan ibu begitu penting untuk manjalani hidup ini, mengartikan problematika kehidupan dimana saling menghargai sesama ummat manusia sudah mulai hilang, kekerasan sudah menjadi penyelesaian masalah, konflik terjadi dimana-mana, dan nyawa manusia sudah tak berarti lagi.

Bapak dan Ibuku,,,
Aku rindu dekapanmu
Aku rindu pelukanmu
Aku rindu hadirmu
Walau hanya dalam mimpi

Bapak dan ibu, aku paham waktumu di dunia ini begitu singkat untuk menyirami kasih sayang kepada putra bungsumu ini. Tapi, yakinlah putra bungsumu ini akan merawat dan menjaga kasih dan sayangmu sehingga disetiap langkahnya akan menyerukan kedamaian.

Bapak dan ibu, terimalah pesan singkat dari putra bungsumu ini lewat merpati putih yang terbang menyerukan kedamaian di dunia.

Makassar, 14 februari 2011

Juara II Lomba Curhat Hari Valentine Tribun Timur - Telkom Speedy
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ruang Waktu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger